serial_silat Kutipan Sin Tiauw Hiap Lu (8)

by: Kur

Halaman 295:

"Benar aku sudah linglung", Siauw Liong Lie jadi turut tertawa. "Tapi aku ingin sekali dengar kau bersumpah".

"Sumpah apa?" tanya Yo Ko.

Walaupun sudah berusia dua puluh tahun tapi lantaran belum pernah masuk dalam pergaulan umum, si nona tidak kenal apa artinya malu-malu atau berpura-pura. Maka itu, terang-terangan ia lantas berkata: "Aku mau kau bersumpah, bahwa kau cuma sayang aku seorang diri. Kalau kau sayang lain orang, kau rela dibunuh mati olehku".

"Jangan kata dalam hal itu", kata Yo Ko sembari tertawa. "Andaikata lantaran tidak dengar kata, kau bunuh aku, aku pun rela". Sesudah berkata begitu, ia lantas saja ucapkan sumpahnya: "Teetjoe Yo Ko bersumpah, bahwa seumur hidup, teetjoe cuma sayang kouwkouw seorang. Jika di belakang hari aku berubah pikiran, tak usah kouwkouw yang membunuh. Begitu bertemu kouwkouw, teetjoe akan bunuh diri sendiri".

One thought on “serial_silat Kutipan Sin Tiauw Hiap Lu (8)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s