serial_silat Kutipan Sin Tiauw Hiap Lu (7)

by:Kur

Halaman 238:

"Menurut peraturan Tjousoe Popo, seorang yang sudah berada di tempat ini harus pelihara sang hati dan memperbaiki sifat serta tidak boleh mempunyai keinginan merebut kemenangan terhadap siapa juga," kata Siauw Liong Lie.

"Apakah sesudah menghina aku dan binasakan Soen Popo, kita lantas bikin sudah saja?" tanya si bocah dengan rasa jengkel.

"Manusia mesti mati", jawab si nona. "Andaikata Soen Popo tidak mati dalam tangan Tjek Toa Thong, beberapa tahun lagi, toh ia mati juga. Hidup lebih lama beberapa tahun dan hidup lebih kurang beberapa tahun, ada apa bedanya? Soal balas sakit hati, kau tidak boleh sebut-sebut lagi."

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s