serial_silat Kutipan Sin Tiauw Hiap Lu (4)

By:Kur

Halaman 110:

Selagi Kwee Tjeng mau mulai turunkan pelajaran itu, tiba-tiba Oey Yong lihat paras yang sangat luar biasa pada mukanya Yo Ko. Mendadakan saja ia ingat berbagai kejadian yang membikin hatinya jadi bercuriga. "Walaupun ayahnya bukan binasa dalam tanganku, tapi bisa dibilang dia binasa lantaran gara-garaku," kata Oey Yong dalam hatinya. "Jangan-jangan nanti seperti orang piara macan yang jadi biang penyakit di belakang hari."

Memikir begitu, ia lantas saja berkata: "Kau terlalu capai kalau mengajar sampai empat orang. Biarlah serahkan Ko-djie kepadaku."

Oey Yong, ajak muridnya masuk ke kamar tulis dan ambil sejilid buku dari atas rak. "Gurumu mempunyai tujuh orang guru, yang dikenal sebagai Kanglam Tjitkoay (Tujuh Siluman Kanglam)", berkata Oey Yong. "Guru yang paling besar adalah Kwa Kongkong. Guru kedua adalah Biauwtjhioe Soeseng Tjoe Tjong. Sekarang aku mau ajarkan kau ilmunya Tjoe Soetjouw."

Sehabis berkata begitu, ia buka lembaran pertama dan baca dengan suara keras: "Khongjoe ada bilang: Belajar dan sering-sering meyakinkan pelajaran itu. Apa itu bukan satu kesenangan? Seorang sahabat datang berkunjung dari tempat jauh. Apa itu juga bukan satu kesenangan?" Ternyata buku itu adalah kitab Loe-gie dari pelajarannya Nabi Khonghotjoe. Yo Ko merasa heran dalam hatinya, tapi ia tidak berani menanya apa-apa dan lalu ikut membaca.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s