serial_silat Peringkat Cerita Jin Yong (24) – Jin Yong

by: Kur

Pada salah satu wawancara televisinya, Jin Yong mengatakan sbb:

"Mengenai cerita mana yang paling saya sukai, saya melihatnya seperti ini, 15 cerita ini seperti anak-anak saya sendiri. Saya menyukainya ketika menulisnya, dan sekarang pun masih.

"Mengenai yang mana yang paling bagus, cerita yang lebih panjang lebih bagus, yang lebih pendek tidak begitu bagus. Pendekar Negeri Tayli adalah tentang kehidupan manusia secara keseluruhan dan membahas masalah-masalahnya yang luas. Kaki Tiga Menjangan menceritakan tentang kehidupan sosial di masa Dinasti Qing. Kedua cerita ini yang lebih mendalam.

"Hina Kelana tidak hanya satire terhadap Revolusi Kebudayaan, tetapi melalui cerita ini, saya mencoba menggambarkan kehidupan politik di China. Berbicara secara luas, sepanjang menyangkut kehidupan politik, orang China tidak banyak berbeda dengan orang-orang di tempat lainnya."

Pada paragraph terakhir catatan akhir Kaki Tiga Menjangan edisi ke-2, Jin Yong menulis sebagai berikut (di bawah ini dibagi menjadi 2 paragraf):

Waktu bertemu pembaca, pertanyaan yang paling sering ditemui adalah, "Anda paling suka cerita Anda sendiri yang mana?" Pertanyaan ini sangat sulit dijawab, oleh karena itu sering tidak dijawab. Hanya saja membicarakan "diri sendiri paling suka yang mana", beberapa judul yang saya agak memiliki perasaan suka yang kuat: Sin Tiauw Hiap Lu, To Liong To, Kisah Tambahan si Rase Terbang, Hina Kelana, Pendekar Negeri Tayli.

Juga sering ada yang bertanya, "Anda menganggap cerita mana yang paling bagus?" Ini adalah masalah teknik dan penilaian. Saya percaya bahwa diri sendiri dalam proses penulisan ada perkembangan: Cerita yang panjang lebih bagus daripada yang pendek, cerita yang ditulis belakangan lebih bagus daripada yang ditulis lebih dahulu. Tetapi banyak pembaca yang tidak setuju. Saya senang dengan ketidaksetujuan mereka. (22 Juni 1981)

Jadi menurut Jin Yong, cerita yang panjang lebih bagus daripada yang pendek, cerita yang ditulis belakangan lebih bagus daripada yang ditulis lebih dahulu. Di bawah ini urutan panjang pendek ceritanya dan urutan kronologis penulisannya.

Urutan berdasarkan jumlah bab-nya (panjang pendek ceritanya):
Pedang Gadis Yueh = 1 bab –> cerpen
Sepasang Golok Mustika = 1 bab –> novelet
Kuda Putih = 1 bab –> novelet
Rase Terbang dari Pegunungan Salju = 8 bab
Pedang Hati Suci = 12 bab
Putri Harum dan Kaisar = 20 bab
Pedang Ular Emas = 20 bab
Kisah Tambahan si Rase Terbang = 20 bab
Medali Wasiat = 21 bab
Sia Tiauw Eng Hiong = 40 bab
Sin Tiauw Hiap Lu = 40 bab
To Liong To = 40 bab
Hina Kelana = 40 bab
Pendekar Negeri Tayli = 50 bab
Kaki Tiga Menjangan = 50 bab

Urutan berdasarkan tahun pertama kali dipublikasikan:
1955: Putri Harum dan Kaisar
1956: Pedang Ular Emas
1957: Rase Terbang dari Pegunungan Salju + Sia Tiauw Eng Hiong
1959: Sin Tiauw Hiap Lu + Kisah Tambahan si Rase Terbang
1961: Kuda Putih + Sepasang Golok Mustika + To Liong To
1963: Pedang Hati Suci + Pendekar Negeri Tayli
1965: Medali Wasiat
1967: Hina Kelana
1969: Kaki Tiga Menjangan
1970: Pedang Gadis Yueh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s