serial_silat Peringkat Cerita Jin Yong (23) – Kong Qingdong

by:kur

Kong Qingdong, profesor Bahasa Mandarin di Universitas Beijing, juga penulis buku Jinology dan buku lain seperti tentang cerita Lu Xun. Pada acara Baijia Jiangtan, semacam acara kuliah berseri yang diadakan CCTV yang berfokus pada sejarah dan budaya China, ia berceramah untuk bagian pembahasan cerita silat.

Kong Qingdong tidak membuat peringkat cerita Jin Yong tetapi pada bukunya Jin Yong Pingzhuan, yang kemudian diulang di buku Xiao Shu Shen Xia, dia mengelompokkan 15 cerita Jin Yong sbb:

3 yang pendek, 6 yang menengah, 6 yang panjang

atau

3 yang pendek, 6 yang menengah, 3 yaitu trilogi, 3 masterpiece

Detail berdasarkan urutan munculnya di buku (bukan urutan peringkat):

3 yang pendek:
– Pedang Gadis Yueh
– Sepasang Golok Mustika
– Kuda Putih

6 yang menengah:
– Putri Harum dan Kaisar
– Pedang Ular Emas
– Rase Terbang dari Pegunungan Salju dan Kisah Tambahan si Rase Terbang
– Pedang Hati Suci dan Medali Wasiat

3 yaitu trilogi:
– Sia Tiauw Eng Hiong
– Sin Tiauw Hiap Lu
– To Liong To

3 masterpiece:
– Pendekar Negeri Tayli
– Hina Kelana
– Kaki Tiga Menjangan

Walaupun tidak menyebutkan peringkatnya tetapi beberapa komentarnya bisa dianggap sebagai indikasi mengenai lebih bagus dan kurang bagus ceritanya pada pembagian 4 kelompok tersebut. Misalnya, pada awal pembahasan bagian trilogi, Kong Qingdong mengatakan kurang lebih sebagai berikut (disingkat):

"9 cerita yang dibahas sebelumnya (3 yang pendek dan 6 yang panjang) adalah cerita silat yang sudah sangat bagus, dan bisa menempatkan Jin Yong menjadi penulis cerita silat kelas satu. Tapi hanya 9 karya ini saja belum bisa membuat Jin Yong dianggap sebagai ketua dunia persilatan, karena standar sebagian karya tersebut, penulis lain juga ada yang bisa mencapainya. Berikutnya kita akan membahas karyanya yang lebih luas, yaitu trilogi rajawali."

Ketika akan mulai membahas 3 masterpiece, Kong Qingdong menulis kurang lebih sbb:

"Sesudah trilogi, orang bertanya-tanya, cerita silat selanjutnya bagaimana? Seperti mendaki gunung, ternyata sesudah sampai ke puncak, masih ada puncak yang lain. Kebanyakan orang menganggap Pendekar Negeri Tayli, Hina Kelana, dan Kaki Tiga Menjangan adalah karya terbaik Jin Yong. Diletakkan pada sejarah sastra jenis apa pun secara umum, masih termasuk karya kelas satu."

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s